Kemerdekaan (Nelayan) Indonesia

Posted on Posted in Uncategorized

DSCN8436

Merdeka. Kata yang telah digaungkan oleh masyarakat Indonesia semenjak enam puluh sembilan tahun silam. Tapi, benarkah Indonesia telah merdeka? Merdeka di semua sektor? Merdeka hingga ke tiap jengkal sudutnya? Ataukah kemerdekaan yang telah dikenyam lebih dari setengah abad ini tak lebih dari kemerdekaan secara de facto saja? Duh, jangan sampai!

Tak perlu terlalu jauh, lihatlah ke pesisir-pesisir. Sudahkah masyarakat di sana merasakan kemerdekaan? Khususnya kemerdekaan dari jerat kemiskinan yang melilit erat?

Kemiskinan seolah menjadi harga mati bagi nelayan, terutama nelayan tradisional, di Indonesia. Seolah bayang-bayang ketidakpastian hidup telah menjadi teman karib bagi mereka. Penghasilan yang tidak menentu dan keterbatasan pengetahuan dalam mengelola pendapatan menjadikan nelayan tak juga lepas dari simpul kemiskinan yang membelenggunya.

Keadaan mereka diperkeruh oleh kebelumsanggupan kebijakan pemerintah menyentuh dan mengangkat kesejahteraan nelayan. Padahal milyaran–bahkan  triliyunan– anggaran telah dialokasikan dalam program peningkatan kehidupan nelayan untuk menanggulangi kemiskinan masyarakat pesisir tiap tahunnya. Tak dapat dipungkiri, keterbatasan sarana-prasarana yang mendukung kegiatan nelayan juga berpengaruh terhadap produktivitas dan pendapatan nelayan.

Sebagai negara kepulauan, tak perlu diragukan bahwa sumberdaya yang dimiliki Indonesia di sektor perikanan dan kelautan sangat melimpah. Seharusnya dengan modal ini Indonesia memiliki peluang yang besar menjadi negara produsen unggulan di bidang perikanan. Sayangnya, produksi perikanan Indonesia, yang pada 2012 mencapai 15,26 juta ton, tak juga  mempengaruhi keterpurukan nasib nelayan.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan (2013), potensi perikanan tangkap Indonesia mencapai 6,5 juta ton ikan/tahun. Sedangkan pada tahun 2013 tercatat pendapatan nelayan Indonesia berada di bawah standar garis kemiskinan yang ditetapkan Bank Dunia yakni sebesar Rp.520.000 per bulan. Ironis.

Tentunya kemajuan sebuah bangsa tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata tetapi juga tanggungjawab seluruh elemen bangsa. Sudah saatnya semua bersatu saling bahu membahu berjuang untuk memajukan bangsa sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Berjuang untuk mencapai kemerdekaan seutuhnya.

Asa kita tak boleh hilang, api pengharapan tak boleh padam. Semoga di umur kemerdekaan RI yang telah mencapai angka 69 ini, Indonesia dapat merdeka sepenuhnya. Semoga pada akhirnya semua bisa merasakan kemerdekaan. Semoga nelayan Indonesia bisa merasakan indahnya merdeka dari jajahan kemiskinan. Merdeka!!

Keluarga Besar HIMITEKA mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69

Salam Bahari Nusantara!

Indah – HIMITEKA

Share/Bookmark