Prestasi Mahasiswa ITK dalam Tanoto Student Research Award 2015

Posted on Posted in Eksternal, Keilmuan, prestasi

1426773252773

Mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan tak henti menoreh prestasi membanggakan. Prastyo Zahara (ITK 48) dan tim yang terdiri dari Aditya Ramanda (ITK 48), Zahra Widi Damayanti (ITK 48), Andry Tiraska (ITK 48), dan Luzmi Malia Izza (ITK 49) berhasil keluar sebagai Juara  dalam ajang Tanoto Student Research Award 2015 yang diselenggarakan di Jakarta, (3/3/2015). Dalam ajang yang diikuti oleh 12 peneliti muda dari empat universitas, yaitu Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hassanudin. Pada kesempatan ini, Prastyo dan kawan-kawan mendemonstrasikan penelitian mereka yang berjudul Teknologi Double-Panel untuk Destilasi Air Laut dalam Mengatasi Kekurangan Air Bersih di Daerah Pesisir.

Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya daerah pesisir di Indonesia yang mengalami krisis air bersih yang layak dikonsumsi. Teknologi double-panel ini bertujuan untuk menyuling air laut menjadi air tawar yang layak dikonsumsi. Prastyo dan kawan-kawan berpikir bahwa jika hanya sekedar menguapkan air laut, maka air tersebut salinitasnya malah akan semakin tinggi. Sehingga mereka kemudian merancang sebuah alat untuk memanaskan air laut, sebelum suhu mencapai 100oC di mana H2O mulai menguap, maka alat tersebut akan menangkap H20-nya saja. Sedangkan NaCl tidak ikut tertangkap. Prototipe alat tersebut terbuat dari kaca berukuran 37×37 cm dengan tinggi 3 cm. Prinsipnya adalah semakin tipis bahan, maka air akan semakin cepat menguap. Sedangkan versi final dari alat tersebut terdiri dari dua ruangan. Ruangan pertama untuk memanaskan air laut dan ruangan kedua sebagai kondensor bagi H20 yang menguap dengan memanfaatkan sifat gas yang mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.

IMG_20140626_141955

Pembuatan prototipe alat yang didesain oleh Andry Tiraska ini memakan waktu tiga bulan dan dianggap kurang efektif karena hanya terdiri dari satu ruang. Kemudian dibuat kembali versi final dari alat dibuat dalam waktu satu bulan dengan bantuan dosen pembimbing dari ITK dan THP. Salah satu dosen pembimbing mereka adalah Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Dr. Indra Jaya, MSc., yang juga merupakan dosen departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan. Uji coba dilakukan sebanyak dua kali. Uji coba pertama dilakukan di Gedung Marine Center Lantai 5, FPIK-IPB dan Teluk Pelabuhan Ratu selama 4 hari. Banyak kritik dilontarkan dosen pembimbing mengenai prototipe tersebut. Sehingga dilakukan uji coba kedua dengan alat yang telah diperbaiki di Marine Center Lantai 5, FPIK-IPB.

IMG_20140406_162920

Dalam penelitian ini Prastyo dan kawan-kawan mengalami berbagai kendala dari waktu, dana, dan kerjasama tim. Namun karena adanya komitmen bersama akhirnya penelitian tersebut berhasil dituntaskan. Untuk penyusunan judul sendiri, ada cerita unik. Saat tahap awal, penelitian ini diberi judul Teknologi Kaca Berlapis. Namun, Beginer Subhan, dosen ITK yang saat itu iseng melihat Prastyo menulis, menyarankan untuk mengganti judul dengan alasan terlalu norak. Akhirnya atas usul dari Bapak Begin, judul diubah menjadi Teknologi Double-Panel untuk Destilasi Air Laut dalam Mengatasi Kekurangan Air Bersih di Daerah Pesisir. Tak sia-sia, gelar juara berhasil disabet oleh Prastyo dan kawan-kawan.

ITK ITK ITK, YES YES YES!!!

-Seperti dituturkan Prastyo Zahara kepada Rias Magenta, 18 Maret 2015.

(Mutia/ITK 50)

Share/Bookmark