Alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB bentuk HAITek

Posted on Posted in Uncategorized

Bogor 31 Mei 2015,

20150531_103832

Alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK-IPB) menggelar acara Sarasehan Lintas Angkatan dan Workshop “Poros Maritim”. Dalam kegiatan workshop dihadirkan lima pembicara yang membahas tentang pokok-pokok kemaritiman. Lima pokok bahasan tersebut adalah Quo vodis pendidikan kelautan oleh Prof. Bonar Pasaribu, Laut dan perubahan iklim oleh Alan F. Koropitan, Marine Financing oleh Yanar Siswanto, Iptek Kelautan oleh Dr. Bidawi Hasyim, dan Diversifikasi energi dari laut oleh Ayi Rahmat. Kegiatan ini merupakan bentuk dari keseriusan para alumni untuk menawarkan solusi manangani masalah kemaritiman Indonesia.

Dr. Bidawi Hasyim membahas Iptek Kelautan
Dr. Bidawi Hasyim membahas Iptek Kelautan

Usai melaksanakan workshop kemaritiman, para alumni ITK-IPB menggelar acara deklarasi dan pembentukan Himpunan Alumni ITK (HA ITK) yang akrab disebut HAITek. Dalam kesempatan ini Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Prof. Indra Jaya mengatakan “sudah seharusnya himpunan ini dibentuk, karena program studi ITK ini sudah ada sejak 1987. Dimana, IPB menjadi perguruan tinggi pertama membentuk program studi ITK, yang kemudian disusul oleh lima universitas lain, yakni Universitas Riau, Universitas Diponegoro, Universitas hasanudin, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Pattimura.”

Suasana ruangan saat berlangsungnya acara Sarasehan Lintas Angkatan dan Workshop "Poros Maritim"
Suasana ruangan saat berlangsungnya acara Sarasehan Lintas Angkatan dan Workshop “Poros Maritim”

Guru besar bidang hidroakustik IPB, Prof. Bonar Pasaribu mengatakan “ Sejauh ada masalah kelautan di negeri ini, saya yakin, orang masih bercermin kepada IPB. Apalagi ITK-IPB ini sudah mendapat akreditasi Internasional”.

Prof. Bonar Pasaribu membahas tentang Quo Vodis Pendidikan Kelautan
Prof. Bonar Pasaribu membahas Quo Vodis Pendidikan Kelautan

Seiring berjalannya waktu, statuta IPB diperbarukan pada 2013, dari yang hanya fokus pada pertanian untuk menghasilkan pangan, namun kini memiliki tiga mandat, yakni Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika. Sehingga perlu ada penguatan kelembagaan mulai dari program studi dan kelembagaan alumni.

“Untuk itu, tugas para alumni untuk membuat jaringan di antara angkatan, sehingga dapat memperkuat IPB dalam menjalankan mandat di Statuta dan juga sekaligus menjawab panggilan Indonesia menuju poros maritim dunia,” tukas Prof. Indrajaya.

Dalam deklarasi yang dihadiri kurang lebih 80 alumnus ITK-IPB disepakati beberapa keputusan :

  1. Terbentuknya Himpunan alumni ITK IPB (HA ITK) yang dibaca HAITek
  2. Terbentuknya presidium HAITek yaitu,

    a. Syarief Budhiman ITK 28

    b. Agus Trisulo ITK 27

     

    c. Ilan Rohilan ITK 24

    d. Agus Soesilo ITK 25

    e. Alan F. Koropitan ITK 30

    f. Tri Hartanto ITK 37

    g. Heidi R. ITK 39

    h. Anggie Afif M. ITK 41

    i. Ferdy Gustian ITK 46

  3. Sekjen HAITek Arief Purwanto ITK 25
  4. Departemen yang ada di HAITeka. Riset Inovasi

    b. Kajian Strategis

    c. Organisasi dan Lembaga

    d. Kerjasama dan Kemaritiman

    e. Pengabdian masyarakat

    f. Kewirausahaan

  5. Zona Wilayah yang adaa. Dalam Negeri :

    – Sumatera

    – Jawa

    – Kalimantan

    – Sulawesi

    – Bali, NTT, NTB

    – Sekitar Maluku-sekitar Papua

     

     

     

    b. Luar negeri

    – USA

    – Perancis

    – Inggris

    – Jepang

    – Australia dst

     

     

     

    – Tio Dwi Wibisono/ ITK49

     

     

     

     

Share/Bookmark