The MEGA-TERA Expedition: Unlocking Tsunami Secrets

Posted on Posted in Kunjungan

18954563518_0dc3a09811_k

Kamis, 25 Juni 2015 43 perwakilan Himiteka mendapat kesempatan menghadiri seminar The MEGA-TERA Expedition: Unlocking Tsunami Secrets di @america, Pacific Place Mall lantai 3.  Seminar ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat bekerjasama dengan LIPI, KKP, BPPT, dan Schmidt Ocean Institute. Dalam seminar ini hadir pula Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake. Selain itu hadir pula Kepala LIPI, Dr. Iskandar Zulkarnain, dan perwakilan Schmidt Ocean Institute sekaligus moderator seminar, Miss Carlie Wiener. Di samping perwakilan ITK IPB, hadir pula perwakilan mahasiswa dari Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan STIP Jakarta.

19142158515_ac4f1b5746_k

Acara dibuka dengan sambutan dari Dubes Amerika Serikat, Robert Blake, yang menyatakan mengenai pentingnya sektor maritim di masa mendatang serta dukungan untuk Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan maritim Indonesia. Beliau juga menyemangati mahasiswa untuk saling berdiskusi dan bekerja sama dengan lembaga ilmu pengetahuan seperti LIPI. Selanjutnya, Kepala LIPI, Dr. Iskandar Zulkarnain memberi gambaran mengenai kondisi geologis Indonesia yang berada pada zona subduksi, yang mengakibatkan kenampakan alam berupa pantai-pantai nan indah namun juga menjadikan Indonesia sebagai ladang bencana gempa dan tsunami. Beliau juga menyampaikan dukungan atas kerjasama LIPI dengan Schmidt Ocean Institute dalam ekspedisi Mega-Tera yang dilakukan di perairan Mentawai, Sumatera Barat. Beliau mengharapkan output dari ekspedisi ini adalah akan adanya pemahaman mengenai konsep mitigasi bencana.

18954571148_434b73d0af_k 19145609231_cfddda0887_k

Seminar diawali dengan penayang video mengenai ekspedisi yang telah dilakukan oleh kapal riset Falkor milik Schmidt Ocean Institute yang juga digunakan dalam ekspedisi Mega-Tera ini. Kemudian dilanjutkan dengan video ekspedisi Mega-Tera hasil kerjasama LIPI, Schmidt Ocean Institute, Nanyang Technological University of Singapore (NTU), dan Institute de Physique du Globe de Paris (IPGP). Setelah itu dilakukan video-conference dengan peneliti yang terlibat dalam ekspedisi tersebut, diwakili oleh Nugroho Hananto dari LIPI dan Satish Singh dari IPGP.

19115987916_9f43ed20a7_k

Topik utama penelitian dalam ekspedisi ini adalah riset data batimetri dan refleksi seismik untuk mengetahui bagaimana gempa dan tsunami terjadi. Mentawai dipilih karena adanya siklus 200 tahunan gempa atau tsunami yang terjadi, sehingga wilayah tersebut dinilai unik dan menarik untuk diteliti. Dalam sesi video-conference tersebut Nugroho menyampaikan bahwa peran peneliti dalam hal ini hanyalah menyampaikan data-data ilmiah kepada pemerintah dan BNPB sebagai rekomendasi, namun peneliti tidak memiliki wewenang untuk mempublikasikan kapan akan terjadi bencana. Sebagai penutup seminar, pihak penyelenggara menayangkan slideshow yang menggambarkan interior dari kapal riset Falkor yang digunakan dalam ekspedisi.

-Mutia (ITK 50)/Divisi Fokustik Himiteka 2015

Share/Bookmark