Catatan Perjalanan Tim FPIK IPB dalam Ekspedisi Nusantara Jaya 2015

Posted on Posted in Eksternal

Minggu, 31 Mei 2015 pukul 07.30 WIB, tim perwakilan IPB untuk EKSPEDISI NUSANTARA JAYA 2015, berangkat menuju MAKOLINLAMIL Tanjung Priok, Jakarta. Tim kami terdiri dari 6 orang, yaitu 5 orang dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, sedangkan 1 orang lainnya berasal dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Hari itu, seluruh peserta diminta untuk melakukan registrasi ulang dan selanjutnya akan diberikan pengarahan oleh panitia ENJ 2015 dan anggota SATGAS TNI-AL (Satuan Tugas TNI-AL), serta gambaran secara umum mengenai KRI Banda Aceh (BAC) 593 yang disampaikan oleh anggota KRI. Sesampainya di MAKOLINLAMIL, kami dibuat takjub melihat barisan kapal perang milik Indonesia yang sedang bersandar disana saat itu. Diantaranya ada KRI Banda Aceh 593, KRI Nusanive 973, KRI Pattimura 371, dan lain-lain.

FPIK
Perwakilan mahasiswa dan mahasiswi IPB untuk Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 dalam acara Peluncuran Ekspedisi Nusantara Jaya 2015

Kapal yang akan kami gunakan dalam pelayaran kali ini, yaitu KRI Banda Aceh LPD 593, merupakan kapal perang karya anak bangsa Indonesia. KRI Banda Aceh dibangun oleh PT. PAL Indonesia di Surabaya pada tahun 2007, dibawah pengawasan tenaga ahli dari Korea, dan selesai pada tahun 2010. Setahun kemudian, KRI Banda Aceh diresmikan oleh Panglima ARMABAR di D.I.Aceh. KRI BAC LPD 593 memiliki dimensi panjang 125 meter, lebar 22 meter, dan tinggi draft 4,9 meter. Semua materil kapal terbuat dari besi baja khusus, memiliki berat kosong 2000 ton dan berat maksimal 10000 ton. Kapal ini merupakan kapal pengangkut yang didalamnya mampu mengangkut 5 helikopter, 13 truk pengangkut pasukan, 5 kendaraan panser amfibi, 3 tank amfibi, serta mampu membawa 2000 pasukan TNI. KRI Banda Aceh dilengkapi dengan 2 unit LCU (Landing Craft Unit), 2 LCVP (Landing Craft Vehicle Personel), dan 26 Lifecraft (kapsul penyelamat).

KRI Banda Aceh
KRI Banda Aceh
(a) Sosialisasi tentang kewajiban penggunaan mata uang rupiah oleh Teguh Prasetyo, Manajer Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, (b) FGD (Focus Grup Discussion) salah satu bentuk diskusi efektif yang diterapkan dalam Ekspedisi Nusantara Jaya, (c)Latihan baris-berbaris yang rutin dilakukan seusai apel pagi diatas KRI Banda Aceh
(a) Sosialisasi tentang kewajiban penggunaan mata uang rupiah oleh Teguh Prasetyo, Manajer Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, (b) FGD (Focus Grup Discussion) salah satu bentuk diskusi efektif yang diterapkan dalam Ekspedisi Nusantara Jaya, (c)Latihan baris-berbaris yang rutin dilakukan seusai apel pagi diatas KRI Banda Aceh

Di atas kapal kami dituntut untuk disiplin penuh oleh para anggota Satgas TNI-AL. Setiap pagi kami harus melaksanakan apel pagi untuk mengecek kelengkapan anggota di kapal, karena dikhawatirkan ada yang jatuh ke laut ataupun terkunci di suatu ruangan di dalam kapal. Waktu makan kami terjadwal, mandi dan mencuci (baik pakaian ataupun alat makan) harus bergantian dan tertib. Alas kaki harus dibariskan di depan kamar dengan rapi, jika tidak maka sepatu atau sandal tersebut akan hilang entah dimana. Diatas kapal, kami juga dibekali materi tentang penyelamatan diri untuk meninggalkan kapal jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan (peran peninggalan kapal). Masing-masing orang di atas kapal mendapatkan tempat pada lifecraft yang telah ditentukan oleh Palaksa (Perwira Pelaksana / Wakil komandan KRI). Masing-masing lifecraft mampu diisi hingga 25 orang, dan di dalamnya telah terdapat bahan makanan dan minuman untuk bertahan hidup selama kurang lebih 3 hari.

Kamis, 04 Juni 2015, pukul 15.00 wita, KRI BAC 593 bersandar di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Malam harinya, rombongan ENJ dari kelautan IPB, UNDIP, UNPAD, dan biologi UNSOED berkunjung ke secretariat MSDC (Marine Science Diving Club) di Universitas Hassanudin. Kami bersilaturahmi, bertukar pikiran, hingga berwisata kuliner khas Makassar.

Kunjungan para mahasiswa kelautan pulau Jawa (IPB, UNPAD, UNSOED, UNDIP) ke sekretariat MSDC (Marine Science Diving Club) Universitas Hassanuddin Makassar, dalam Ekspedisi Nusantara Jaya 2015
Kunjungan para mahasiswa kelautan pulau Jawa (IPB, UNPAD, UNSOED, UNDIP) ke sekretariat MSDC (Marine Science Diving Club) Universitas Hassanuddin Makassar, dalam Ekspedisi Nusantara Jaya 2015

Keesokan harinya, setelah menurunkan barang bantuan dan sholat Jumat, seluruh peserta ENJ 2015 melakukan kegiatan konservasi dalam wujud transplantasi terumbu karang di pulau Samalona.

Kondisi salah satu titik transplantasi terumbu karang  di pulau Samalona, Makassar. Beberapa terumbu karang tampak dapat tumbuh dengan baik, sedangkan beberapa lainnya hilang terhempas arus dan gelombang laut
Kondisi salah satu titik transplantasi terumbu karang di pulau Samalona, Makassar. Beberapa terumbu karang tampak dapat tumbuh dengan baik, sedangkan beberapa lainnya hilang terhempas arus dan gelombang laut

Pada hari ketiga di Makassar, kami melaksanakan coastal clean up di sepanjang pantai Losari. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi uang rupiah serta melakukan kegiatan bakti sosial di pulau Kodingareng, Makassar.

Kegiatan pemasangan solar cell dan antenna parabola untuk masyarakat pulau Kodingareng, Makassar
Kegiatan pemasangan solar cell dan antenna parabola untuk masyarakat pulau Kodingareng, Makassar

Kamis, 11 Juni 2015, pukul 08.15 wit, KRI Banda Aceh 593 bersandar di pelabuhan Sorong. Kami disambut meriah oleh masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Selepas upacara penyambutan, dilanjutkan dengan kegiatan penurunan barang-barang bantuan untuk masyarakat Sorong. Setelah itu, peserta terpecah dalam beberapa rombongan guna untuk melakukan misi “pariwisata” di kota maupun Kabupaten Sorong. Beberapa peserta pergi untuk mengeksplorasi keindahan bawah laut yang tengah ramai diperbincangkan dunia, yaitu kepulauan Raja Ampat. Sebagian peserta lain pergi untuk mengeksplorasi keindahan pulau Buaya, dan menjajaki sejarah dan eksotisme pulau Jeffman. Dan sebagian peserta pergi untuk mengelilingi Kota/Kabupaten Sorong, diantaranya yaitu kunjungan peserta ENJ 2015 ke Kampung Salak untuk menemui suku Moi.

Berbagi buku bersama adik-adik TK pulau Jefman, Distrik Salawati, Kab. Raja Ampat
Berbagi buku bersama adik-adik TK pulau Jefman, Distrik Salawati, Kab. Raja Ampat
Mengeksplorasi keindahan alam pulau Buaya, Kab.Sorong
Mengeksplorasi keindahan alam pulau Buaya, Kab.Sorong

Pada malam sebelum kami bertolak dari pelabuhan Sorong, tepatnya di hari Jumat malam, seluruh rombongan peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 mendapatkan undangan untuk menghadiri acara perayaan ulang tahun kabupaten Sorong ke-48. Kami semua berkumpul di alun-alun kabupaten Sorong untuk menyaksikan konser perayaan ulangtahun kabupaten Sorong, yang saat itu dimeriahkan oleh Nadya, Nowella “idol”, dan Edo Kondologit. Seluruh peserta ENJ 2015 dan masyarakat Sorong terlarut dalam kemeriahan serta kehangatan acara, dan saling berbagi keceriaan pada malam itu.

Senin, 15 Juni 2015, pukul 09.15 wit, rombongan ENJ 2015 bersandar di sebuah kota kecil yang indah di kepulauan Tanimbar, yang tampak dari kejauhan seperti sebuah wilayah di Yerussalem. Daerah ini bernama Saumlaki, sebuah ibukota dari kabupaten Maluku Tenggara Barat di Provinsi Maluku, dengan perairan laut yang bersih dan jernih serta jauh dari kontaminasi limbah-limbah industri. Pesisir kota Saumlaki terdiri dari pasir putih, dan memiliki ekosistem terumbu karang serta hutan mangrove yang masih terjaga. Hari pertama kami di Saumlaki, kami disambut dengan ramah dan hangat oleh masyarakat kota Saumlaki.

Sambutan hangat dan meriah masyarakat Saumlaki kepada rombongan peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2015
Sambutan hangat dan meriah masyarakat Saumlaki kepada rombongan peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2015

Setelah upacara penyambutan, kami bersama-sama masyarakat Saumlaki bahu-membahu menurunkan barang-barang bantuan social untuk diberikan kepada masyarakat Saumlaki. Sore harinya, kami berkunjung ke pangkalan TNI AL di Saumlaki untuk melakukan snorkling dan menikmati keindahan pantai Saumlaki. Keesokan harinya, seluruh peserta ENJ 2015 bersama dengan masyarakat Saumlaki melakukan kegiatan “Jalan Pagi Sehat” yang dilakukan dari pelabuhan hingga Kantor Bupati Maluku Tenggara Barat, dengan jarak tempuh sekitar 3-4 km. Kegiatan pagi itu dilanjutkan dengan senam bersama dan pertandingan persahabatan bola volley. Siang harinya, kami dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan sosialisasi kesehatan di beberapa sekolah. Salah satu kegiatan sosialisasi yang dilakukan yaitu mengenai HIV/AIDS yang dilakukan di SMA UNGGULAN MTB.

Kegiatan sosialisasi kesehatan di SMA UNGGULAN MTB mengenai HIV/AIDS
Kegiatan sosialisasi kesehatan di SMA UNGGULAN MTB mengenai HIV/AIDS

Acara malam Rabu kami dihiasi dengan kemeriahan acara malam budaya, sekaligus acara makan malam yang telah disediakan oleh pihak pemda MTB. Malam itu di Gedung Kesenian Saumlaki, kami saling bertukar kesenian antara masyarakat Saumlaki dengan peserta ENJ 2015, baik kesenian tari maupun musik. Acara malam itu ditutup dengan melakukan tarian khas MTB yang dilakukan bersama-sama antara peserta ENJ dan seluruh masyarakat MTB yang meramaikan acara malam itu.

Penampilan Tari Saman dari para peserta ENJ 2015
Penampilan Tari Saman dari para peserta ENJ 2015
Penampilan tarian adat Maluku Tenggara dari adik-adik SMA UNGGULAN MTB
Penampilan tarian adat Maluku Tenggara dari adik-adik SMA UNGGULAN MTB

Rabu, 17 Juni 2015, rombongan ENJ 2015 bertolak menuju NTT diwarnai suasana haru, tidak sedikit peserta ENJ yang menangis haru karena harus berpisah dengan masyarakat Saumlaki yang hangat dan bersahaja.

Jumat, 19 Juni 2015, pukul 09.25 WIT, kami tiba di pelabuhan Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pagi itu suasana di pelabuhan sangat sibuk, begitupun persiapan di atas kapal KRI Banda Aceh. Semua persiapan dilakukan sebaik-baiknya guna kelancaran acara upacara penyambutan sekaligus acara puncak dari Ekspedisi Nusantara Jaya 2015, yang akan dihadiri oleh Menkomaritim, Indroyono Susilo beserta jajarannya di Kemenkomaritim. Selepas sholat jumat, upacara penyambutan dilakukan. Selepas upacara, bapak Indroyono Susilo beserta jajaran, perwakilan pemda Kupang, dan Panglima Armatim TNI AL beserta jajaran berkunjung ke KRI Banda Aceh 593 untuk menyapa seluruh peserta ENJ 2015 dan berfoto bersama dengan membentuk formasi konfigurasi “ENJ 2015”. Dan sore harinya, kami mendapat jamuan buka puasa bersama di Sekolah Umum Perikanan Menengah Kupang.

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ke KRI Banda Aceh 593, dalam puncak acara Ekspedisi Nusantara Jaya 2015
Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ke KRI Banda Aceh 593, dalam puncak acara Ekspedisi Nusantara Jaya 2015

Sabtu, 20 Juni 2015, kami dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melaksanakan sosialisasi pendidikan dan pembuatan beberapa mini pustaka di beberapa sekolah di daerah Silue dan Tunbaun. Perjalanan yang kami tempuh cukup jauh, berbukit, berlubang, dan berkelok, membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari pelabuhan Tenau ke Tunbaun, serta dibutuhkan waktu 90 menit untuk menuju Silue dari pelabuhan Tenau.

Kegiatan “guru sehari” bersama para siswa di SD Inpres Tunbaun 2, Kab.Kupang, Nusa Tenggara Timur
Kegiatan “guru sehari” bersama para siswa di SD Inpres Tunbaun 2, Kab.Kupang, Nusa Tenggara Timur
Kegiatan “1000 buku” dan mini pustaka yang dilakukan oleh rekan-rekan Geotour Indonesia bersama para peserta ENJ 2015
Kegiatan “1000 buku” dan mini pustaka yang dilakukan oleh rekan-rekan Geotour Indonesia bersama para peserta ENJ 2015

Sore harinya, kami menghadiri forum diskusi tentang pendidikan konservasi ekosistem pesisir dan perlindungan biota-biota laut, terutama mamalia laut, di Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VII Kupang. Dan acara hari itu ditutup dengan buka puasa bersama di Restoran Nelayan, Kupang. Keesokan harinya, seluruh peserta melakukan city tour. Destinasi city tour yang dituju beranekaragam, diantaranya yaitu: Goa Crystal, Air Terjun Oenesu, Pantai Lasiana, pusat oleh-oleh dan souvenir khas Kupang, Kantor RRI Kupang, dan lain-lain. Dan pada malam hari, kami melakukan acara bakar-bakar ikan dan syukuran bersama di dermaga Tenau untuk menutup malam puncak acara Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 di Kupang.

Kunjungan Peserta ENJ 2015 ke RRI Kupang
Kunjungan Peserta ENJ 2015 ke RRI Kupang
Suasana pantai Lasiana, Kupang, NTT
Suasana pantai Lasiana, Kupang, NTT

Tanggal 25 Juni 2015, pukul 20.30 WIB, kami memasuki wilayah perairan Laut Jawa, tepatnya di pantai utara pulau Jawa. Malam itu adalah malam terakhir pelayaran para peserta ENJ 2015 beserta seluruh satuan tugas TNI AL dan awak kapal KRI Banda Aceh yang bertugas dalam misi Ekspedisi Nusantara Jaya 2015. Untuk merayakan malam terakhir tersebut, maka diadakan acara “Cocktail Party”, yaitu suatu tradisi malam keakraban diantara seluruh awak dan penumpang kapal KRI Banda Aceh. Dalam acara tersebut terdapat sambutan dari Komandan KRI Banda Aceh Letkol Laut (P) Edi Haryanto, serta Komandan Satgas ENJ Letkol Laut (P) Heri Purwanto. Kemeriahan acara malam itu diramaikan dengan adanya fashion show busana dinas TNI AL, dan fashion show busana adat dari peserta ENJ 2015, serta adanya parodi “Ini Talk Show” yang diperankan oleh para anggota TNI AL dan salah satu peserta ENJ 2015, Slamet Achrodi, mencairkan suasana malam itu.

Acara pembuka Cocktail Party dan sambutan dari Komandan KRI Banda Aceh, Letkol Laut (P) Edi Haryanto
Acara pembuka Cocktail Party dan sambutan dari Komandan KRI Banda Aceh, Letkol Laut (P) Edi Haryanto
Fashion show busana dinas TNI AL
Fashion show busana dinas TNI AL
Fashion show busana adat daerah Yogyakarta yang dibawakan oleh peserta ENJ 2015
Fashion show busana adat daerah Yogyakarta yang dibawakan oleh peserta ENJ 2015

Berdasarkan catatan perjalanan Ekspedisi Nusantara Jaya 2015, ENJ 2015 dapat dinilai berhasil menjadi langkah awal dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. ENJ dinilai mampu membuktikan bahwa lautan Indonesia merupakan sarana pemersatu bangsa, bukan sebagai penghalang persatuan bangsa. Dan TNI bersama rakyat Indonesia, selalu siap untuk mengawal bangsa Indonesia menjadi bangsa maritim yang kuat dan disegani oleh negara lain. Namun di dalam pelaksanaanya Ekspedisi Nusantara Jaya memiliki beberapa catatan penting, diantaranya : terdapat beberapa miskoordinasi maupun miskomunikasi antara pihak Kemenkomaritim, Panitia Penyelenggara (EO), TNI-AL, dan para peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2015; Ekspedisi Nusantara Jaya seharusnya mampu membawa barang bantuan sosial dalam skala yang lebih besar (lebih banyak jumlahnya); penyaringan peserta ENJ 2015 harus lebih diperketat dan diperjelas agar menunjang kefektifan dalam keberlangsungan acara; dan yang sangat penting, saran untuk pembangunan pelabuhan-pelabuhan standard internasional di daerah timur Indonesia harus segera dilakukan, agar tidak terjadi penumpukan kapal-kapal pengangkut di pelabuhan, dan barang-barang yang harus didistribusikan ke daerah-daerah timur Indonesia tidak lagi terhambat. Sehingga mampu menstabilkan harga barang-barang kebutuhan rumah tangga di seluruh Indonesia.

Tanggal 26 Juni 2015, pukul 15.00 WIB, kami tiba di pelabuhan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta. Disana kami disambut oleh Panglima Kolinlamil beserta jajaran, serta perwakilan Menkomaritim yang hadir di Markas Kolinlamil sore itu. Suasana upacara penyambutan terasa haru karena kami harus berpisah dari markas KRI Banda Aceh LPD 593, beserta seluruh peserta ENJ 2015 dan anggota TNI AL yang bertugas.

Penyambutan Tim Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 oleh Panglima Kolinlamil Jakarta dan seluruh jajaran Kolinlamil, beserta perwakilan pejabat Kemenkomaritim (sumber : jurnal maritim.com)
Penyambutan Tim Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 oleh Panglima Kolinlamil Jakarta dan seluruh jajaran Kolinlamil, beserta perwakilan pejabat Kemenkomaritim
(sumber : jurnal maritim.com)

-Fiqreno Gagas Wicaksono (ITK 48)/ILUSIRAYA

Share/Bookmark