Konsurv 2015 : Mengungkap Tabir Potensi Parigi

Posted on Posted in Uncategorized
Foto bersama Kepala Desa Karangjaladri dan Ketua Rukun Nelayan di Parigi
Foto bersama Kepala Desa Karangjaladri dan Ketua Rukun Nelayan di Parigi

            Kecamatan Parigi, yang terletak di Kabupaten Pangandaran, merupakan salah satu wilayah yang memiliki berbagai potensi alam yang menarik untuk dipelajari. Hal tersebut menjadi salah satu yang mendorong Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (Himiteka) IPB kembali mengadakan kegiatan Konservasi dan Survei Lapang Kelautan (Konsurv) di Parigi. Sejak tahun 2011, Konsurv sudah menjadi kegiatan rutin tahunan Himiteka yang dilakukan di Parigi. Kegiatan utamanya adalah melakukan konservasi dengan menanam bibit pohon mangrove dan survei lapang terkait kondisi lingkungan dan perairan yang ada di Parigi.

            Tahun ini, tim Konsurv Himiteka yang terdiri dari 60 orang telah berhasil menanam mangrove sebanyak 2000 bibit. Kegiatan yang disponsori Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dan Sinarmas Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia ini diselenggarakan pada tanggal 5-6 September 2015 di Desa Karangjaladri, Parigi. Selain mahasiswa IPB, turut hadir pula perwakilan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (Himitekindo), Harry Farhat beserta 7 perwakilan mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan 2 perwakilan mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Padjajaran.

baru 4
Suasana penanaman mangrove

            Penanaman mangrove dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi pasang surut di Parigi. Tahap pertama dilakukan di pagi hari dan berhasil menanam sebanyak 1000 bibit. Penanaman dilanjutkan pada sore hari dengan bantuan siswa-siswa SMAN 1 Parigi dan berhasil menanam 1000 bibit, sehingga target penanaman 2000 bibit mangrove dapat tercapai.

            Pemerintah Kabupaten Pangandaran memiliki ambisi untuk menjadikan Parigi sebagai pusat wisata Mangrove yang ada di Pangandaran,” ungkap Pak Dedi, Kepala Desa Karangjaladri.

            Himiteka menyelenggarakan Konsurv bertujuan untuk melestarikan lingkungan lewat konservasi Mangrove yang berkelanjutan, dan membantu dalam pengembangan wisata di Parigi,” tambah Triana, Ketua Himiteka IPB.

            Perkataan Ketua Himiteka ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Karena mengingat data-data yang telah diambil dan dikaji oleh tim scientific bukan hanya untuk keperluan ilmiah saja, namun data ini nantinya dapat dijadikan bahan pertimbangan, perencanaan, dan pengembangan kawasan wisata mangrove di Parigi.

Tim scientific melakukan pengambilan data lingkungan pesisir Parigi
Tim scientific melakukan pengambilan data lingkungan pesisir Parigi

baru 3

            Kami berkomitmen untuk terus konsisten menyelenggarakan Konsurv setiap tahunnya agar dapat bermanfaat bagi mahasiswa, masyarakat,  lingkungan, serta seluruh pihak yang terlibat di dalamnya,” tegas Rendy Prastiko, Ketua Pelaksana Konsurv 2015.

-Debby Deswanto (ITK 49)

 

 

Share/Bookmark