Struktur Komunitas Ikan Karang di Perairan Teluk Kiluan

Posted on Posted in Uncategorized

STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI PERAIRAN TELUK KILUAN

 Ariefianto Tri Mahadi1, Thomas A. P. Simarmata1, Yuda Alam Perdana1

1Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Institut Pertanian Bogor

Email: ekspedisihimiteka@gmail.com

Abstrak

Komunitas ikan terumbu dan terumbu karang memiliki hubungan yang sangat erat. Data kelimpahan komunitas ikan terumbu pada suatu pulau akan sedikit banyak menjelaskan kondisi terumbu karang di pulau tersebut. Pengambilan data ikan karang dilakukan di lima titik penyelaman yaitu Utara Pulau Kiluan, Barat Pulau Kiluan, Selatan Pulau Kiluan, Utara Teluk Kiluan dan Selatan Teluk Kiluan. Tim pengambil data mendapatkan kelimpahan ikan karang sebanyak 17 Famili dengan 66 jumlah spesies di perairan Teluk Kiluan. Indeks nilai penting berupa nilai keseragaman pada umumnya rendah, nilai keseragaman umumnya rendah dan juga nilai dominansinya rendah.

 Kata kunci: Komunitas ikan karang, belt transek, kelimpahan, indeks nilai penting

 Abstract

Reef fish community and coral reefs have a very close relationship. Data abundance of reef fish communities on an island would be a bit much to explain the condition of coral reefs in the island. Reef fish data retrieval is done in a five-point dive : North of Kiluan Island, West of Kiluan Island, South of Kiluan Island, Northern Gulf of Kiluan and Southern Gulf of Kiluan Kiluan. Ekspedition tem get an abundance of reef fish as much as 17 Famili to 66 the number of species in the waters of the Gulf of Kiluan. Index values form an important value uniformity is generally low, the value of uniformity is generally low and low dominance values.

 Keywords Reef fis community, belt transect, abundance, importance value index

 

  1. PENDAHULUAN
  • Latar Belakang

Wilayah pesisir dan lautan merupakan kawasan yang menyimpan kekayaan sumberdaya alam yang sangat berguna bagi kepentingan manusia. Potensi sumber daya pesisir dan laut di Indonesia begitu beragam baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Salah satu potensi pesisir dan lautan yang dimiliki ialah ekosistem terumbu karang yang memiliki manfaat bagi manusia dalam fungsi ekologi, perikanan, perlindungan pantai, dan pariwisata. Terumbu karang merupakan lingkungan yang sangat produktif, baik dari segi ekologi maupun ekonomi. Nilai total tahunan barang dan jasa yang dipasok ekosistem ini berupa pangan, perlindungan pantai, pariwisata, aktivitas rekreasi, bahan bangunan dan persediaan minyak (Reid et al 2009). Selain itu, ekosistem terumbu karang memiliki andil penting dalam produktivitas dan keanekaragaman jenis biota yang tinggi (Sukmara et al 2001). Ekosistem terumbu karang dapat hidup lebih dari 300 jenis karang, 2000 jenis ikan dan berpuluh puluh jenis molluska,crustacea, sponge, algae, lamun dan biota lainnya (Dahuri 2003).

Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu ekosistem terpenting dalam menjaga kestabilan siklus di laut, baik itu siklus rantai makanan maupun siklus bio-kimia yang terjadi di laut. Pada dasarnya, terumbu karang merupakan wilayah dimana biota laut seperti ikan terumbu dan biota bentik berkumpul. Biota ini memiliki fungsinya masing-masing dalam menjaga kestabilan ekosistem terumbu karang. Ekosistem ikan terumbu akan sangat mudah ditemukan di ekosistem terumbu karang, kelompok ikan tersebut mencari makan, berkembang biak, dan menjadikan ekosistem terumbu karang sebagai tempat hidupnya. Oleh karena itu kestabilan ikan terumbu sangat dipengaruhi oleh kondisi ekosistem terumbu karang. Jika ekosistem terumbu karang rusak, maka tidak banyak komunitas ikan terumbu yang ditemukan di sana. Namun jika ekosistem terumbu karang baik, maka akan banyak spesies ikan terumbu yang ditemukan di sana.

Komunitas ikan terumbu dan ekosistem terumbu karang memiliki hubungan yang sangat erat. Kelimpahan spesies ikan terumbu di suatu ekosistem terumbu karang mampu menjelaskan kondisi dari ekosistem terumbu karang tersebut. Oleh sebab itu, data komunitas dan kelimpahan ikan terumbu sangat penting untuk diketahui. Data kelimpahan komunitas ikan terumbu pada suatu pulau akan sedikit banyak menjelaskan kondisi terumbu karang di pulau tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan penyelaman di beberapa titik yang dianggap mewakili kondisi keseluruhan pulau. Dalam hal ini survey dilakukan di Pulau Kiluan, Lampung. Penyelaman dilakukan pada empat arah mata angin yang dianggap dapat mewakili keseluruhan data komuitas ikan terumbu pada pulau tersebut.

  • Tujuan

Mengidentifikasi jenis ikan karang yang ada di perairan Teluk Kiluan serta mengetahui kondisi komunitas ikan karang di perairan tersebut.

  1. METODOLOGI
    • Alat dan Bahan
  • Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Teluk Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung yang berlangsung dari tanggal 28 Mei sampai 3 Juni 2015. Pengamatan dilakukan pada 5 stasiun pengamatan di lokasi teluk Kiluan.

  • Metode Pengambilan Data

Metode yang akan digunakan dalam pengambilan data ikan karang adalah metode sabuk transek (Belt Transect). Parameter-parameter yang diamati dalam pengukuran data ikan karang terdiri dari spesies dan kelimpahan. Seorang pengamat data ikan karang bergerak sepanjang transek garis 70 meter dengan kecepatan konstan dan mencatat species ikan dengan pengamatan sejauh 2,5 meter ke kanan, 2,5 meter ke kiri dan 5 meter ke atas. Pengambilan data dilakukan sepanjang 75 meter sebanyak tiga kali ulangan, masing-masing dengan panjang transek 20 meter dan jeda lima meter.

  • Metode Analisis Data

Persentase penutupan karang

Analisis data yang digunakan dalam metode sabuk transek (belt transect) meliputi kelimpahan (D), indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E’), dan indeks dominansi (C). Menurut Odum (1971) keseragaman digunakan untuk mendapatkan gambaran populasi organisme secara matematis supaya dapat mempermudah dan memperjelas analisis informasi mengenai jumlah individu masing-masing spesies dalam suat komunitas. Keanekaragaman dihitung dengan mengunakan rumus:

H’= Σ pi ln pi

Pi = perbandingan antara jumlah individu spesies ke-i(n) dengan jumlah individu (N)

i   = 1,2,3,4,…,n

Kategori dalam penilaian keanekaragaman jenis menurut Odum(1971) adalah sebagai berikut:

  1. H’≤1 = keankekaragaman rendah, penyebaran rendah, kestabilan komunitas rendah.
  2. 1 < H’ < 3 = keanekaragaman sedang, penyebaran sedang, kestabilan komunitas sedang.
  3. H’ ≥ 3 = keanekaragaman tinggi, penyebaran tinggi, kestabilan komunitas tinggi.

Indeks keseragaman menjelaskan tentang ukuran jumlah individu antar spesies dalam suatu komunitas.Semakin merata penyebaran individu antar spesies menandakan keseimbangan ekosistem. Indeks keseragaman didapatkan dengan mengunakkan rumus:

E = H’ / H’ max

E          = indeks keseragaman

H’        = indeks keankearagaman

H’max  = indeks keanekaagaman maksimum

Kisaran nilai keseragaman berkisar antara nol hingga satu kategori sebagai berikut:

  1. 0<E≤0,4 = keseragaman kecil, komunitas tertekan
  2. 0,4<E≤0,6 = keseragaman sedang, komunitas labil
  3. 0,6<E≤1 = keseragaman tinggi,komunitas stabil

Kisaran nilai indeks keseragaman dan keanekaragaman akan mempengaruhi nilai dominansi. Nilai indeks keseragaman dan keanekaragaman yang kecil biasanya menandakan adanya dominansi yang tinggi suatu spesies terhadap spesies lainnya. Indeks dominansi dapat ditentukan menggunakan rumus berikut (Odum 1971):

C = Σ pi2

C  = indeks dominansi

P   = proporsi jumlah individu pada spesies

i    = 1,2,3,4,…,n

Nilai indeks dominansi berkisar antara 0-1. Menurut Odum (1971) ada beberapa kategori sebagai berikut:

  1. 0< C<0,5 = Dominansi rendah
  2. 0,5<C<0,75 = Dominansi sedang
  3. 0,75< C< 1 = Dominansi tinggi

Kelimpahan atau kepadatan merupakan salah satu parameter yang menjelaskan banyaknya jumlah individu dan jumlah jenis yang ditemukan pada luas titik penyelaman. Kelimpahan ikan terumbu dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Odum, 1971):

D = 1000 x N / A

Keterangan :

D= kelimpahan (Individu/hektar)

N= jumlah individu

A= luas pengambilan data (ha)

  1. HASIL DAN PEMBAHASAN

Ikan karang adalah ikan yang sangat erat kehidupannya dengan lingkungan terumbu karang. Dalam pelaksanaan pengambilan data ikan karang di perairan Teluk Kiluan, tim EKSPEDISI HIMITEKA mendapatkan 18 Famili dengan 66 jumlah spesies di perairan tersebut, yaitu :, Tetraodontidae, Scaridae, Siganidae, Acanthuridae, Aulostomidae, Balistidae, Blennidae, Caesionidae, Chaetodontidae, Haemulidae, Holocentridae, Labridae, Lutjanidae, Nemipteridae, Ostraciidae, Pomacentridae dan Paracheilinus.

UntitledGambar x. Diagram kelimpahan individu berdasarkan 18 Famili di perairan Teluk Kiluan

Ikan yang paling banyak di jumpai adalah dari famili Pomacentridae sebesar 68% dari total kelimpaan ikan karang di perairan tersebut atau 40.446 ind/Ha. Kemudian diikuti famili Acanthuridae (7%) dan famili Chaetodontidae (6%). Pomacentridae menjadi famili yang memiliki kelimpahan jenis terbanyak karena sifatnya yang penetap (resident species), teritorial dan jarang berkeliaran jauh. Famili Pomacentridae juga merupakan jenis ikan mayor yang jumlahnya benyak terdapat dalam ekosistem terumbu karang. Selain itu, famili ini memang cukup menonjol di ekosistem terumbu karang karena berukuran kecil dengan warna yang bervariasi dari coklat, abu-abu dan hitam sampai kombinasi warna yang cerah seperti jingga, kuning dan biru neon (Madduppa 2014).

apaGambar x. Jenis ikan bedasarkan fungsinya pada tiap lokasi penyelaman

Menurut Adrim 1991, ikan karang dikelompokkan menjadi 3 bagian menurut fungsi/ perannya, yaitu ikan target, ikan ikdikator dan ikan mayor.

Ikan target merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis dan dikonsumsi oleh masyarakat. Ikan karang yang temasuk ke dalam jenis ini adalah dari famili Seranidae, Lutjanidae, Kyphosidae, Lethrinidae, Acanthuridae, Mulidae, Siganidae, Labridae dan Haemulidae.

Ikan indikator merupakan ikan yang menjadi parameter terhadap kesehatan terumbu karang dalam hal ini adalah ikan karang dari famili Chaetodontidae. Keberadaan ikan-ikan dari famili ini menjadi indikator bagus tidaknya ekosistem terumbu karang.

Ikan Mayor merupakan ikan yang berperan secara umum dalam ekosistem terumbu karang, ikan-ikan selain jenis ikan target dan indikator termasuk kedalam jenis mayor, diantaranya adalah dari famili Pomacentridae, Caesionidae, Scaridae, Pomacanthidae, Apogonidae dll. (Terangi 2004).

Dari hasil pengambilan data ikan karang pada 5 titik penyelaman di perairan Teluk Kiluan didapati bahwa pada setiap lokasi penyelaman didominasi oleh ikan mayor. Jenis ikan indikator terbanyak ditemukan di Barat Pulau Kiluan sedangkan terendah berada di Barat Teluk Kiluan. Keberadaan ikan indikator pada ekosistem terumbu karang menandakan bahwa ekosistem terumbu karang tersebut masih dalam keadaan baik yang masih baik dan sehat sehigga menururt keberadaan ikan indikator tersebut, ekosistem yang paling baik di perairan teluk Kiluan berada di Utara Pulau Kiluan.

Tabel x. Indeks nilai penting komunitas ikan karang pada setiap titik penyelaman.

Lokasi Penyelaman keanekaragaman keseragaman dominansi
Barat Pulau Kiluan 1,596734404 0,665889967 0,289437586
Selatan Pulau Kiluan 2,83473346 0,841842714 0,074311165
Utara Pulau Kiluan 2,703915722 0,82990657 0,096413909
Barat Teluk Kiluan 1,524289667 0,517684244 0,031440224
Timur Teluk Kiluan 1,620830462 0,560768855 0,023254848

Keanekaragaman Tertinggi berada di titik Utara Pulau Kiluan dengan nilai 1,1422245 yang termasuk dalam kategori sedang (Odum 1971). Hal ini menandakan bahwa keanekaragamnnya sedang, penyebarannya sedang dan stabilitasnya sedang. Namun secara umum kenaekjaragaman ikan karang termasuk kategori rendah (H≤1). Keseragaman ikan karang di perairan Teluk Kiluan termasuk dalam kategori rendah (0<E≤0,4). Hal ini menandakan bahwa ikan narang memiliki keseragaman yang tertekan. Nilai indeks keseragaman dan keanekaragman yang kecil biasanya menandakan adanya dominasi suatu spesies terhadap spesies lain (Madduppa 2014). Nilai indeks dominasi ikan karang perairan Teluk Kiluan termasuk rendah (0<C≤0,5) sehingga mengarah kepada kondisi ekosistem atau komunitas yang stabil.

  1. SIMPULAN DAN SARAN
    • Simpulan

Ekspedisi Himiteka 2015 menemukan 18 Famili dengan 66 spesies ikan karang yang teridentifikasi. Kondisi komunitas terumbu karang di perairan Teluk Kiluan memiliki keanekaragaman rendah, keseragaman rendah dan dominasi yang rendah. Nilai indeks keseragaman dan keanekaragman yang kecil biasanya menandakan adanya dominasi suatu spesies terhadap spesies lain.

  • Saran

Penelitian ikan karang selanjutnya sebaiknya dilakukan di titik penyelaman yang sama agar dapat diketahui perkembangan komunitas ikan karangnya. Selain itu dokumentasi penyelaman arus lebih banyak agar dapat membantu identifikasi spesies ikan karang

 

DAFTAR PUSTAKA

Gomez ED & Yap HT. 1981.Monitoring Reef Condition. In: Kechington, R.A. and B.E.T. Hudson (eds).

Hill J & Wilkinson C. 2004. Methods for Ecoloical Monitoring of Coral Reefs: Resorces for Manager. Townsville, Australia: Australian Institute Of Marine Science.

Indonesian Coram Reef Foundation (TERANGI). 2004. Panduan Dasar Untuk Pengenalan IkanKarang Secara Visual Indonesia. Jakarta(ID): Terangi

Maduppa H. 2014 Bioekologi dan Biosistematika Ikan Terumbu : Teknik Sampling Genetika & Monitoring Ikan Studi Kasus Kepulauan Seribu Petunjuk Identifikasi Ikan di Indonesia. Bogor(ID): IPB Press

Nybakken JW. 1982. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Diterjemahkan oleh: H.M. Eidman, dkk. Jakarta, Indonesia: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Odum E.P. 1971. Fundamental of Ecology(third edition). Philadelphia: W.B. Sauders Company.

 

Share/Bookmark