Seminar Nasional Himitekindo : Potensi Blue Economy Untuk Persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN

Posted on Posted in Uncategorized
sem
Suasana seminar nasional

Hari Senin, 19 April 2016, Himiteka berkesempatan mengikuti Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Himitekindo yang diselenggarakan di Universitas Sriwijaya, Palembang. Himiteka diwakili oleh enam orang delegasi yaitu Ihsan Nugraha, Deden Safar Haji, Cindy Natasya, Arini Silma, Nurgianti Agustini, dan Akhdan Rafif. Mukernas ini berlangsung selama 4 hari. Rangkaian Mukernas dibuka dengan seminar nasional yang mengusung tema “Potensi Blue Economy Untuk Persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Pembicara dalam seminar ini adalah dosen ITK, Prof. Dr. Ir. Dietrich G. Bengen, Prof. Dr. Ali Suman, dan Rosihan Arsyad.

dgb
Penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ir. Dietrich G. Bengen, DEA

Materi 1: Prof. Dr. Ir. Dietrich G Bengen. DEA

Blue Economy telah diwacanakan namun baru dikonsepkan 5 tahun belakangan. Indoesia sangat dikenal dengan negara kepulauan yang terdiri dari 13000 pulau yang dilalui Alur Laut Kepauan Indonesia (ALKI). Sebagian berada di kawasan segitiga karang (coral triangle). 80-90% output perikanan nasional berasal dari kepulauan pesisir. Bila dihitung sumberdaya hasil perikanan dan kelautan dapat mencapai USD 800 M/tahun apabila berhasil dioptimalkan. Cara mewujudkannya dimulai dengan meihat potensi apa saja yang dapat dimanfaatkan, kemudian membuat zonasi kawasan seperti zonasi perikanan tangkap, zonasi pembudidayaan ikan, kawasan konservasi, alur transport, alur migrasi biota dll. Selanjutnya dengan meningkatkan kinerja industry kelautan dan memberdayakan serta menguatkan kapasitas peran dari masyarakat. Target yang harus dicapai adalah meningkatkan nilai ekonomi, meningkatan kesejahteraan masyarakat, dan memanfaatkan sumberdaya serta jasa kelautan.

ra
Bapak Rosihan Arsyad sedang menyampaikan materi seminar

Materi 2: Rosihan Arsyad

                           Memaparkan materi yang berjudul “Strategi Maritim dan Penyiapan Aspek Pertahanan dalam Menghadapi MEA”. Dalam menghadapi MEA kita harus menyiapkan strategi dalam mempertahankan kemaritiman Indonesia. Pertama-tama kita harus menyiapkan kemampuan untuk menggunakan kekuatan militer guna mempertahankan wilayah laut Indonesia. Selanjutnya kita mampu meproyeksikan pengaruhnya terhadap kelautan di Indonesia. Kita juga harus mampu menegakkan kedaulatan dan bantuan maritime seperti bantuan bencana. Kita juga harus memanfaatkan potensi secara strategis sehingga tetap mempertahankan kelestarian laut Indonesia.

ali
Penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ali Suman

Materi 3: Prof. Dr. Ali Suman

                Menjelaskan  tentang “Pendugaan Stok Ikan di Indonesia”. Stock ikan di Indonesia termasuk kedalam multispesies, yaitu kaya jenisnya namun rendah dalam ketersediaan stock. Pendugaan stock ikan menggunakan WPP bertujuan untuk mempermudah survey stock ikan. Kita juga dapat mengetahui ikan apa saja yang stock nya tinggal sedikit da harus dibudidayakan. Pendugaan stock ikan biasanya menggunakan alat-alat akustik kelautan maka dari itu kita harus mengembangkan alat-alat dibidang akustik untuk mengetahui letak, jenis serta stock ikan di laut.

trpdgb
Delegasi Himiteka bersama dosen-dosen ITK, Prof. Dietrich dan Dr. Tri Prartono

-Cindy Natasya (ITK 51)

Share/Bookmark