World Oceans Day : Eksplorasi Bahari dalam Upaya Menjaga Kelestarian Laut Indonesia

Posted on Posted in Uncategorized

wod

Sadarkah kita selama ini akan potensi sumber daya laut Indonesia? Bila sadar, lantas apa yang telah kita lakukan selama ini dalam upaya menjaga kelestarian sumber daya laut tersebut?

Tepat rasanya apabila Indonesia disebut sebagai negara maritim. Dengan 17.504 pulau yang dimiliki, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Selain kaya dalam perikanan laut,  seperti yang disebutkan oleh World Resource Institute, Indonesia juga memiliki keanekaragaman terumbu karang tertinggi di dunia. Ada pun potensi lainnya seperti sumber mineral atau bahan tambang, media transportasi strategis, hingga potensi wisata bahari.

Dengan kelimpahan potensi yang dimiliki tersebut, dalam pemanfaatannya seyogianya para pihak  memperhatikan asas manfaat, keadilan, kebersamaan, kemitraan, kemandirian, pemerataan, keterpaduan, keterbukaan, efisiensi, kelestarian, dan kekuatan yang berkelanjutan. Hal tersebut    telah diatur dalam UU No. 45 tahun 2009 tentang pemanfaatan sumber daya laut. Tujuannya demi kelestarian sumber daya laut yang kelak dapat dinikmati oleh anak cucu.

Membicarakan potensi sumber daya laut Indonesia banyak orang sering mengibaratkan sebagai mutiara yang terpendam. Oleh karena itu, eksplorasi potensi bahari Indonesia menjadi sangat penting untuk dilakukan. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Bagaimana kita bersungguh akan menjaga laut Indonesia bila kita tidak mengenal potensinya?

Ekspedisi HIMITEKA III

banner

Ekspedisi HIMITEKA merupakan kegiatan eksplorasi potensi bahari yang dimiliki suatu wilayah. Kegiatan yang memasuki tahun ketiga ini akan dilaksanakan di wilayah Kepulauan Seribu bagian utara. Kegiatan sebelumnya telah dilaksanakan di Teluk Banten (2014) dan di Teluk Kiluan, Lampung Selatan (2015). Selain menjadi sarana mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) FPIK IPB untuk mengimplementasikan keilmuan yang diperoleh secara teori maupun praktik, kegiatan ini juga merupakan wujud nyata HIMITEKA dalam upaya melestarikan lingkungan laut Indonesia.

Kegiatan Ekspedisi terdiri atas observasi lapangan, transplantasi terumbu karang sebagai aksi rehabilitasi terumbu karang di Kepulauan Seribu, Coastal Clean Up, yakni kegiatan bersih-bersih pantai, serta Marine Goes to School yaitu kegiatan pengenalan ekosistem laut dan pesisir yang diberikan kepada masyarakat pesisir khususnya pelajar.

Luaran dari kegiatan eskpedisi yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2016 ini diantaranya buku populer mengenai profil wilayah kegiatan serta film dokumenter tentang kegiatan Ekspedisi HIMITEKA III. Salah satu tahapan dalam mempersiapkan pelaksanaan ekspedisi yaitu kegiatan Survey Lapangan yang dilaksanakan saat World Oceans Day 2016.

HIMITEKA dalam World Oceans Day 2016

Tanggal 8 Juni dirayakan sebagai Hari Laut Sedunia atau World Oceans Day. Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan FPIK IPB turut merayakan hari besar tersebut dengan menggelar kegiatan Survey Lapangan Ekspedisi HIMITEKA dan monitoring transplantasi terumbu karang.

Survey Ekspedisi dilaksanakan pada Hari Minggu-Senin, tanggal 5-7 Juni 2016 di Gugusan Pulau Harapan (P.Harapan, P.Kelapa, P. Kelapa Dua). Survey juga dilakukandipulau-pulau yang termasuk dalam Seksi Pengelolaan III Resort Pulau Perak Kepulauan Seribu bagian Utara, yaitu Pulau Pelangi, Papatheo, Sepa Besar, Perak, dan Putri Timur.  Survey bertujuan untuk mengetahui kondisi lapangan lokasi Ekspedisi HIMITEKA III, yang kemudian akan menjadi bahan untuk menyusun perencanaan teknis pelaksanaan Ekspedisi HIMITEKA III. Selain itu dilakukan juga koordinasi dan perizinan serta menjalin hubungan baik dengan berbagai instansi dan masyarakat di lokasi kegiatan.

Selain survey lapangan, tim juga melakukan monitoring lokasi transplantasi terumbu karang di Pulau Kelapa Dua. Transplantasi yang dilakukan sejak 9 bulan lalu menunjukkan pertumbuhan yang sangat lambat, bahkan hampir tidak ada hasilnya. Sebanyak 100 bibit lebih yang di transplantasi, semuanya tidak tumbuh secara maksimum. Hal tersebut diduga kuat karena minimnya pemantauan serta perawatan secara sistematis pasca penanaman. Dengan minimnya pemantauan, tim tidak dapat mengetahui pasti penyebab tidak maksimalnya kegiatan transplantasi. Belajar dari pengalaman ini, HIMITEKA berencana melakukan transplantasi Karang sesuai dengan hasil evaluasi agar mendapatkan hasil yang diharapkan, yaitu berhasilnya transplantasi terumbu karang untuk kelestarian Laut Indonesia.

-Akbar Habibie/Ketua Himiteka 2016

Share/Bookmark