Kunjungan Mahasiswa ITK ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (P3GL) di Cirebon, Jawa Barat

Posted on Posted in Uncategorized
Gambar 1 Suasana penyambutan mahasiswa di Kantor P3GL
Gambar 1 Suasana penyambutan mahasiswa di Kantor P3GL

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Laut (P3GL) merupakan instansi pemerintah yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No.18 Tahun 2010 Pasal 764, instansi P3GL bertugas untuk melaksanakan penelitian, pengembangan, perekayasaan, pengkajian, survei dan pemetaan bidang geologi kelautan.

P3GL memiliki beberapa program yang menjadi prioritas kegiatan yang mencakup: 1) pemetaan, pengembangan dan pengkayaan data geologi dan cekungan migas (pengembangan konsepsi geologis); 2) pemetaan dan identifikasi potensi energi baru dan terbarukan; 3) pemetaan dan identifikasi potensi mineral dasar laut; 4) studi dan inventarisasi data primer untuk mendukung pembangunan dan pengembangan infrastruktur laut dan pantai; dan 5) kegiatan kolaborasi pemetaan batas wilayah. Pada periode 2015-2019, P3GL akan fokus melakukan intensifikasi eksplorasi migas dan mineral di perairan Indonesia, inventarisasi potensi energi dan sumber daya mineral di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dan pengembangan teknologi eksploitasi energi laut.

Mahasiswa ITK angkatan 50 mengadakan kunjungan ke kantor P3GL Cirebon pada tanggal 15 Desember 2016. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka praktek lapang mata kuliah Teknik Deteksi Bawah Air. Kegiatan praktek lapang di P3GL terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama merupakan pembukaan dari pihak P3GL yang diwakili oleh Bapak Beben Rachmat, S.Si dan sedikit sambutan dari dosen pengajar mata kuliah Teknik Deteksi Bawah Air, Dr. Henry M. Manik, S.Pi, MT. Selanjutnya sesi presentasi dari Bapak Beben Rachmat, S.Si yang mengenalkan struktur, fungsi, dan ragam kegiatan yang dijalankan oleh instansi P3GL Cirebon. Setelah presentasi, Kepala P3GL Cirebon yaitu Bapak Dr. Susilohadi menyampaikan sedikit sambutan dan permintaan maaf karena terlambat membuka kegiatan. Selanjutnya setiap kelompok mengunjungi bagian-bagian di P3GL untuk mengenal peralatan survei dan penjelasan dari teknisinya. Kunjungan ke kapal riset Geomarine III menjadi penutup kegiatan praktek lapang di P3GL Cirebon.

Pada sesi pengenalan alat-alat survei, mahasiswa ITK mengunjungi Laboratorium Contoh Inti. Ruangan ini merupakan laboratorium yang terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian depan merupakan laboratorium preparasi untuk analisis sedimen. Laboratorium ini dilengkapi peralatan seperti shiever (ayakan bertingkat), mortar, labu ukur, sedimen grab, dan penggaris. Selanjutnya mahasiswa mengunjungi bagian MSCL (Multi Sensor Core Logging) dengan didampingi Ibu Dr. Rina Zuraida, M.Sc. Beliau menjelaskan bahwa alat MSCL ini dilengkapi dengan 6 sensor, yaitu natural gamma, P-wave, magnetic susceptibility, resistivity, XRF, dan kamera dengan resolusi 50 mikron. Sensor magnetic susceptibility misalnya mampu menganalisis kandungan materi magnetik pada bahan biogenik. Hasil ditampilkan berupa perbedaan warna, misalnya putih menunjukkan kandungan karbonat. Sementara sensor XRF dapat mengukur kandungan unsur dengan bantuan sinar X. Sensor natural gamma dapat mengetahui porositas minyak pada contoh sedimen. Ruang terakhir yang dikunjungi adalah ruang penyimpanan sedimen, yang memiliki suhu ruang 7-100C. Pengaturan suhu diperlukan untuk menjaga kualitas sedimen agar sama dengan kondisi asli di dasar perairan. Sampel sedimen disimpan di dalam tabung PVC yang dilengkapi dengan label pada setiap tabung. Label tersebut memuat lokasi sampling dan nama pengambil sampelnya.

Gambar 2 Ruang penyimpanan sedimen
Gambar 2 Ruang penyimpanan sedimen
Gambar 3 Multisensor core logging
Gambar 3 Multisensor core logging

Selanjutnya pengenalan alat-alat survei dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu Hidroakustik dan Navigasi, Oseanografi, dan Seismik. Pada bagian Hidroakustik dan Navigasi diperkenalkan peralatan GPS, Echosounder, dan Magnetometer. Kemudian pada bagian Oseanografi diperkenalkan peralatan seperti ADCP (Acoustic Doppler Current Meter), CTD (Conductivity Temperature and Depth), dan Side Scan Sonar. Selain itu diperkenalkan juga peralatan sampling sedimen seperti gravity core, grab sampler, dan multicore. Sedangkan pada bidang seismik, diperkenalkan peralatan seperti streamer. Streamer berbentuk seperti kabel yang panjangnya bisa mencapai 6 km dan di dalamnya berisi hydrophone untuk merekam getaran, analog to digital converter, dan bird yang digunakan untuk mengatur posisi streamer agar stabil. Cara penggunaannya yaitu dengan dibentangkan dan kemudian ditarik oleh kapal.

18
Gambar 4 Multicore

Sesi terakhir yaitu kunjungan ke kapal riset Geomarine III yang berlabuh di Pelabuhan Cirebon. Kapal riset Geomarine III merupakan kapal riset yang baru dioperasikan sejak tahun 2008. Kapal ini dilengkapi dengan sistem manuver pergerakan relatif terhadap sensor bawah laut. Sebagai kapal riset, Geomarine III juga dilengkapi dengan berbagai peralatan seperti peralatan seismik, navigasi, dan peralatan sampling lainnya. Kapal ini memiliki kapasitas 51 orang dengan panjang kapal mencapai 61.7 m.

Gambar 5 Airgun di dek belakang kapal Geomarine III
Gambar 5 Airgun di dek belakang kapal Geomarine III
Gambar 6 Ruang dek kontrol di bagian depan
Gambar 6 Ruang dek kontrol di bagian depan
Gambar 7 Ruang mesin
Gambar 7 Ruang mesin

Kapal Geomarine III terbagi menjadi beberapa ruang, seperti ruang dek kontrol, ruang mesin, ruang komputer, ruang kontrol peralatan, dan dek belakang. Ruang dek kontrol berada di bagian depan kapal dan merupakan tempat kapten kapal menjalankan aktivitasnya. Ruang mesin berada di bagian bawah kapal. Ruang ini berisi sistem pipa dan permesinan. Di bagian dek belakang kapal terdapat peralatan seismik multichannel yang terdiri dari airgun dan streamer. Airgun berfungsi sebagai sumber suara yang ditembakkan di dalam air. Di atas kapal terdapat 4 buah airgun yang nantinya akan dilepaskan secara bergantian. Selain itu terdapat streamer dengan panjang mencapai 1.5 km. Peralatan seismik multichannel di atas kapal ini terdiri dari 10 section dan 120 channel. Ruang kontrol peralatan merupakan ruang tempat petugas mengatur seluruh aktivitas di dalam kapal. Ruang ini dilengkapi dengan berbagai tuas dan tombol yang mirip dengan dek kontrol. Namun perbedaannya ruang ini merupakan ruang kontrol utama yang menjadi pusat kegiatan di atas kapal yang juga mengendalikan dek kontrol. Ruang komputer berisi beberapa unit komputer yang digunakan untuk mengamati lokasi penelitian dan pengolahan data secara digital.

-Mutia Rizqydiani (Divisi Fokustik Himiteka 2016/ITK 50)

Share/Bookmark