[Bagian Mangrove: Batang]

Posted on Posted in Uncategorized

foto4

Seperti yang telah dibahas, tentang apa itu mangrove ( baca: bit.ly/apaitumangrove ). Kali ini kami akan membahas tentang bagian terpenting dari mangrove yaitu batang. Batang mangrove berfungsi sebagai menegakan pohon mangrove itu sendiri, memiliki lapisan kayu yang dapat memperkokoh bagian batang. Batang mangrove juga sebagai tempat munculnya akar-akar, seperti akar udara yang akarnya keluar dari batang dan menggantung di udara.

Akar banir/papan yang tumbuh di bagian bawah batang dan berfungsi sebagai penunjang pohon dan akar tunjang (Stilt-root). Akar yang tumbuh dari batang diatas permukaan dan kemudian memasuki tanah, biasanya berfungsi untuk penunjang mekanis. Seperti akar batang juga memiliki berkas pengangkut xylem yang dapat membawa air dan zat hara dan floem yang dapat membawa zat makanan. Kulit batang pohonnya dipakai untuk bahan pengawet dan obat-obatan. Macam-macam obat dapat dihasilkan dari tanaman mangrove. Campuran kulit batang beberapa spesies mangrove tertentu dapat dijadikan obat penyakit gatal atau peradangan pada kulit. Secara tradisional tanaman mangrove dipakai sebagai obat penawar gigitan ular, rematik, gangguan alat pencernaan dan lain – lain. Getah sejenis pohon yang berasosiasi dengan mangrove (blind-your- eye mangrove) atau

Excoecaria agallocha dapat menyebabkan kebutaan sementara bila kena mata, akan tetapi cairan getah ini mengandung cairan kimia yang dapat berguna untuk mengobati sakit akibat sengatan hewan laut.

Fungsi dan manfaat batang mangrove

1. Sebagai tempat tinggal biota asosiasi seperti gastropoda Littorina neritoides yang ditemukan hidup pada batang mangrove (Rhizophora spp).

2. Sebagai indikator ketinggian pasang surut dengan melihat batas air pada batang mangrove.

Daftar Pusaka

Rusdianti K, Satyawan Sunito. 2012. Konversi lahan hutan mangrove serta upaya penduduk lokal dalam

merehabilitasi ekosistem mangrove [skripsi]. Departemen Sains dan Pengembangan Komunikasi masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor

Sumber gambar : mangrovedumai.blogspot.com

Share/Bookmark